Senin, 22 Maret 2010

tuhan dan perempuan

Ada banyak hal yang kita tidak mengerti dalam hidup ini. Dengan begitu ada yang sadar bahwa sebagai manusia kita memiliki keterbatasan yang oleh karenanya mereka mempercayai adanya tuhan. Aku salah satu dari kelompok manusia ini.

Meski demikian aku lantas tidak serta merta mengandalkan tuhan (ku) untuk menjelaskan segala sesuatu yang tidak aku ketahui, karena dia memiliki mekanismenya sendiri untuk mengajar kita. Yang banyak terjadi adalah aku otodidak, mengandalkan kemampuan sendiri. Aku yang jadi mentor, aku juga yang dimentori dan kadang-kadang aku menjadi observer kegiatan mentoring ini. Tapi itu tidak berarti aku putus hubungan sama tuhan. Dia tetap menjadi pemandu sejati ku.

Diantara jutaan bahkan dalam bilangan yang tak terhitung ilmu serta pengetahuan yang tuhan ciptakan di muka bumi ini, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa manusia mampu menggapai untuk memahaminya kecuali satu maha karya tuhan yang terindah yang saya pernah lihat, perempuan.

Beri aku jutaan atau milyaran teori, akan ku coba untuk memahaminya dalam rentangan detik, menit, bahkan abad bila usia berkenan. Tinggalkan aku dalam perpustakaan berlantai sepuluh, yang pada setiap lantainya terletak puluhan lemari, ratusan rak, ribuan buku serta ide-ide yang tak terhingga jumlahnya, niscaya akan menari partikel otak ku memikirkan serta menalar apa yang terbaca oleh ku.

Tapi bila engkau hadapkan aku pada seorang wanita dan katakan pada ku "pahamilah dia !" niscaya aku kan berkata: "terima kasih". Akan runtuh seluruh kekuatan logika berpikir ku dihadapan senyum tak bermakna seorang wanita. Aku boleh berbangga pada mu akan kekuatan imajinasi dan kreasi ku tapi itu tidak berlaku satu detik pun untuk wanita.

Tuhan, izinkan aku memahami ciptaan mu bernama wanita. Mungkin tidak dengan akal, tapi dengan hati.

6 komentar:

  1. yah kok minta comment am sani, bs di tebak comment nya:)

    BalasHapus
  2. sebagai orang yang mangakui bahwa dalam hal wanita dia adalah nomor satu, jadi saya rasa dia orang yg sangat layak..

    BalasHapus
  3. There is, one question then.

    Banyak gerakan2 feminisme yang beraneka ragam. Sampe ada yang begitu bencinya sama laki2 sampe MEMILIH jadi lesbian. Sebegitu bencinya sama laki2 sampe memakai hak tinggi yang merupakan simbol bahwa mereka menginjak2 penis.

    Think back apa yang telah terjadi beberapa ribu tahun belakangan ini: what have we done, that it has come to all this??

    WHAT HAVE WE DONE TO GOD's MOST BEAUTIFUL CREATION??

    PS: check my blog juga yah :D

    BalasHapus
  4. btw saya follow blog ini, kok ditulis sebagai "pengikut" anda ya...

    Nanti blog ini dikira perekrut aliran sesat lho

    -___-

    Hahahaha

    BalasHapus
  5. mantap dul, terus menulis lebih eksploratif lagi, kejadian-kejadian kecil sehari-hari jika sempat direnungkan mengandung jutaan pelajaran dan hikmah bagi kehidupan kita.

    BalasHapus
  6. cihuy, perempuan mana tu yg susah di mengerti?

    BalasHapus