Jumat, 26 Maret 2010

Seberapa Flamboyan kah diri ku?

Flamboyan kalau saya tidak salah adalah nama sebuah bunga. Kaum adam yang suka bergaya rapi dan necis bisa identik dengan nama bunga ini, laki-laki flamboyan. Tapi dalam tulisan ini saya ingin menggambarkan flamboyan itu dengan laki-laki yang suka tebar pesona (TP). Yes, aku suka topik hari ini.

Kalau harus jujur menjawab kenapa saya menulis tentang ini, terus terang saya sedang dilanda rindu kepada sahabat-sahabat saya yang telah tersebar di seantero nusantara dan ada beberapa yang di belahan dunia lain.

Karena dengan menjawab pertanyaan seberapa flamboyan kah dirimu? Saya pasti akan meletakkan namaku pada urutan ke duapuluh atau tigapuluh dari daftar laki-laki plamboyan yang saya kenal. Maka izinkan saya untuk menyebut beberapa diantara sahabat-sahabat saya yang flamboyan. Don't get me wrong. Karena hadirnya nama-nama berikut akan membantu saya untuk menjawab seberapa flamboyankah diriku ini. Saya juga akan berusaha memberikan penjelasan objektif yang sesingkat-singkat mungkin terkait status peringkat mereka.

Dan terakhir sebelum saya memuat urutan tersebut, kepada para wanita yang pacar mereka tercantum dibawah ini jangan pernah menjadikan tulisan saya ini sebagai justifikasi kalian memutuskan atau bahkan menambah cinta yang dalam kepada para lelaki tersebut.

Pada urutan pertama, tercantum nama yang saya fikir kita sepakat akan keberadaanya.

M.Insan Cita Pratama (benar ga yahh) a.k.a Sani. Untuk hal sepakbola saya punya daftar nama Pele dari Brazil, Messi dan Maradona dari Argentina. Untuk filosof, ada Plato, Ibnu Kholdun, Habermas dll. Tapi untuk masalah wanita, saya hanya punya satu nama, SANI. Kekuatan auranya telah menginspirasi BCL untuk membuat lagu sunny (bacanya sani). Saya mengakui ini dalam rangka memberikan kesan lebay dalam tulisan ini tapi saya juga ingin menggarisbawahi bahwa aura Sani melewati batas profesi, agama dan geografi. Kesannya sebagai laki-laki flamboyan tidak bisa terelakkan oleh wanita-wanita seantero Indonesia. Jogjakarta, Kalimantan, Jakarta bahkan Padang (ini hanya representasi dari Pulau Sumatera) telah mengakuinya sebagai sosok yang tak perlu diragukan reputasinya. Saya pun sebagai sahabatnya mengakui dia sebagai king of the king. Kelihaiannya dalam dunia wanita bisa disejajarkan dengan Gunawan Moehammad (GM) dalam dunia tulis menulis. Satu kata, SUBHANALLAH.

Dahsyatnya nama Sani tidak cukup hanya dengan menjadikan dia di nomor urut satu, melainkan memberikan dia kehormatan untuk menduduki urutan kedua sampe kelima. Setelah itu aku baru merasa puas membicarakan kehebatan beliau ini. (aku mau ketawa waktu nulis ini,,sumpah).

Pada urutan ke enam, ada nama Habibie Kurniawan. Saya sempat memprediksikan bahwa sosok satu ini akan mampu menjegal dominasi dan hegemoni Sani dalam dunia wanita. Tapi sayang dalam beberapa kesempatan, lagi-lagi Sani menunjukan kelihaian dan performanya yang sangat super. (Kok sani lagi pembahasannya).

Singkatnya, pada urutan ke tujuh dan seterusnya ada nama-nama berikut: Aditya Rakhman, Indra Pratama, Mas Nanang, Herry, Aldy, Fikri Pido (saya sendiri), Miftahul Ulum dan pada urutan terakhir Rangga Dian Fadhilah.

Ada boleh berbeda pada urutan enam dan seterusya, tapi tidak untuk satu sampai lima.
Selamat!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar