Jumat, 26 Maret 2010

Cerita Presentasi Hukum Humaniter

Hari kamis kemarin,saya kebagian untuk presentasi materi kuliah hukum humaniter internasional. Secara jujur, pelajaran ini bukan favorit saya. Tapi saya harus menghargai dosen yang mengajar (disini saya sadar kalau nilai PPKN tertanam kuat di dalam jiwa saya).
Selain karena alasan menghargai, dosennya juga gaul (baca: santai dalam mengajar) dan yang terpenting beliau sangat good looking.

Saya tidak akan menceritakan bagaimana Hukum Humaniter Internasional (HHI) didasari satu motivasi yang sangat mulia untuk memanusiakan manusia bahkan dalam situasi perang.. (harri gennneeee!) Tapi yang lebih penting adalah bagaimana saya dan fahrul berusaha untuk mendobrak (pintu kalllleeeek) cara presentasi yang buat kami sangat membosankan (beuhhhhhhhh).

mulailah kami dengan tidak menggunakan power point presentation. Dosen kami mempertanyakan keputusan kami yang sangat kontroversial ini dengan alasan materi kami membuat banyak materi baru. Dan gaya santai, kami menjawabnya: "yang penting kan materinya dapat dipahami oleh teman-teman, ibu lihat saja dulu" Kami memulai dengan gaya sangat santai, seperti obrolan di kantin dan menjadikan presentasinya sangat mengalir.

Singkat cerita, sampailah kami di pembahasan yang menjelaskan bahwa tawanan perang harus diberikan hak untuk bertukar kabar dengan sanak saudara. Disinilah kami melakukan improvisasi, dengan mengatakan bahwa interpretasi pasal sangat tergantung dengan konteks ruang dan waktu. Kalau hari ini Facebook menjadi media orang untuk bertukar kabar, maka para tawanan perang juga harus diberi akses untuk memiliki akun dan waktu untuk mengakses media internet. Maka dengan lebay kami berimajinasi bahwa kalau kebengisan para tawanan perang akan berganti "keimutan" (saya tidak dapat mendapatkan kata yang paling cocok dengan istilah itu) mereka. Kalau Slobodan masih hidup, kita akan melihat satu update di facebook: Slobodan "gerah banget penjaranya, gimana mau bobo?". Para komandan interahamwe di Rwanda juga mungkin akan menulis dengan sinis : "menu penjara ngga bikin nafsu" atau yang lebih ekstrim kalau Hitler masih hidup di penjara, dia akan menulis : "c4pA yG bLg Low gW g CpEk bNuh oRg,,gW kn Jg mNuci4.... t4pE dehhhhhh!!!"

Hayoooo,,kita mau bilang apa kalau udah kayak gitu....

p.s: cerita di tulisan ini sudah mengalami proses "pelebayan" yang sangat jauh dari nilai yang bisa ditolerir, jadi harap maklum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar