Senin, 22 Maret 2010

Berdamai dengan pembuat rusuh

Dua minggu kemarin, secara membabi buta kelas ku dihajar oleh seorang dosen tamu dari Upeace Costa Rica. Hasilnya tidak begitu sadis, hanya beberapa orang terkapar lemah tak berdaya di atas ranjang, sakit. Salah satunya adalah dosen pendamping. Aku cukup kuat atas cobaan ini meski aku harus kehilangan banyak waktu untuk melakukan "observasi ilmiahku" setiap hari dikantin.

Diantara banyak hal yang tidak aku sukai dari kelas itu terselip satu hal lucu. Aku baru sadar kalau aku ini berpotensi menjadi pembuat rusuh (baru sadar??? kemana aja, Pak????) Dan orang-orang setipe ini yang dibeberapa kasus menjadi penyebab dan memperpanjang konflik. Yeahhh??/!!

Astaghfirullahaladzim,, sebegitu parahnya diriku. Seketika itu pula aku mengingat perjalanan hidupku yang bisa menjustifikasi penjelasan dikelas itu. Hasilnya nihil. Malah berbalik 180 derajat, teman2 mengatakan kalau aku ini yang menghangatkan forum bernama persahabatan itu. (ahhh mereka bisa ajahhh)

Tapi (ini bagian serius) kelas yang panjang kami itu ditutup dengan satu sesi yang sangat menarik, ketika seluruh peserta kelas berdiri membuat satu lingkaran besar dan secara bergilir menyampaikan pernyataan mereka terkait apa yang mereka dapat dari kelas tersebut.
I would say: "This is not about you as Christian, me as Indonesian and her as heterosexual. This is about us as human".

Thanks Mr. Tony Karbo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar